Memperhatian Gizi Remaja Itu Penting!

Remaja merupakan kelompok usia dari umur 10 – 20 tahun yg memiliki karakter khusus yaitu masa transisi dari usia anak menjadi dewasa. Masa transisi ini terjadi karena banyak perubahan yang terjadi pada diri remaja.

Perubahan perilaku seperti mampu memantau atau mengamati dan mengubah perilaku orang lain. Body image seperti perlunya membentuk tubuh ideal dengan olahraga yang susah di lakukan dan terkadang malas, juga kadang sering tidak puas dengan bentuk tubuh yg dimiliki. Perubahan psikososial dalam bentuk kemandirian, bergaul dalam group teman sebaya serta mulai berfikir secara abstrak.

ini menuntut kebutuhan gizi yg sangatlah tinggi agar tercapai potensi pertumbuhan secara maksimal karena gizi berpengaruh langsung dengan pertumbuhan. Tidak terpenuhinya kebutuhan gizi pada masa ini dapat berakibat terlambatnya pematangan seksual dan hambatan pertumbuhan linear, pada masa ini pula gizi penting untuk mencegah terjadinya penyakit kronis yang terkait gizi pada masa dewasa kelak, seperti penyakit radiovaskular, diabetes dan osteoporosis.

Sebelum masa remaja, kebutuhan gizi anak lelaki dan anak perempuan tidak dibedakan, tetapi pada masa remaja terjadi perubahan biologis dan fisiologis tubuh yang spesifiksesuai gendersehingga kebutuhan gizipun menjadi berlainan. Sebagai contoh, remaja perempuan membutuhkan zat besi lebih banyak karena mengalami menstruasi setiap bulan.

Gambaran khas pada gizi remaja yaitu : pencarian identitas, upaya untuk ketidak tergantungan dan diterima lingkungannya, kepedulian akan penampilan, rentan terhadap masalah komersial dan tekanan dari teman sekelompok serta kurang peduli akan masalah kesehatan, akan mendorong remaja kepada pola makan yang tidak menentu tersebut. Kebiasaan makan yang sering terlihat pad remaja antara lain ngemil ( biasanya makanan yang padat kalori ), melewatkan waktu makan terutama sarapan pagi, waktu makan tidak teratur, sering makan fast foods, jarang mengkonsumsi sayur dan buah serta diet yang salah pada remaja perempuan. Hal tersebut dapat mengakibatkan asupan makanan tidak sesuai kebutuhan dan gizi seimbang sehingga akibatnya terjadi gizi kurang atau malahan sebaliknya asupan makanan berlebihan menjadi obesitas.

Kebutuhan Gizi remaja menurut AKG laki-laki 2100, perempuan 2000 kkal, sebaliknya perhitungan kebutuhan energi berdasarkan tinggi badan akan lebih sesuai. Percepatan tumbuh pada remaja sangat rentan terhadap kekurangan energi dan nutrisi sehingga dapat berakibat terjadinya keterlambatan pubertas atau hambatan pertumbuhan. Demikian artikel ini semoga bermanfaat.