Menguat Tipis di Hari Kejepit

Nilai tukar Rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tidak tebal pada perdagangan hari ini, Jumat (12/5/2017). Rupiah nampaknya sedikit bergerak di hari kejepit ini.

Menguat Tipis di Hari Kejepit

Melansir dari laman http://kursdollar.co.id/bank/BCA, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia menguat 16 poin atau juga 0, 12% ke Rp13. 330 per USD. Hari ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp13. 318 sampai Rp13. 348 per USD.

Sesaat Yahoofinance mencatat Rupiah menguat 16 poin atau juga 0, 12% jadi Rp13. 337 per USD. Mengenai pegerakan harian Rupiah, ada di kisaran Rp13. 315 sampai Rp13. 355 per USD.

Sedang Bank Indonesia (BI) lewat kurs tengah Jakarta Interspot Dollar Exchange dengan kata lain Jisdor, mencatat Rupiah menguat 15 poin. Kurs tengah BI terdaftar ada di angka Rp13. 340 per USD dari mulanya Rp13. 355 per USD.

Mengenai kurs jual yang di tawarkan oleh BI, ada di angka Rp13. 407 per USD. Sesaat untuk kurs jual, ada di angka Rp13. 273 per USD.

PT Kalbe Farma Tbk. dinilai berkelanjutan menuai perkembangan kemampuan fundamental pada th. ini bersamaan dengan catatan positif pada kuartal pertama.

Dalam neraca keuangan interim, emiten farmasi itu menangguk penjualan Rp4, 9 triliun, naik 7, 7% dibanding dengan Rp4, 55 triliun pada periode sama th. lantas.

Dengan catatan itu, perusahaan berkode saham KLBF itu memetik perkembangan laba bruto sebesar 9, 9%, meraih Rp2, 41 triliun pada kuartal pertama th. ini.

Alhasil, perusahaan farmasi yang memiliki nilai pasar terbesar sekarang ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp596, 35 miliar. Kemampuan itu tumbuh 3, 5% dibanding Rp576, 34 miliar pada triwulan pertama th. lantas.

Dengan catatan positif itu, analis KursDollar.co.id menilainya KLBF adalah emiten farmasi yang cukup berkelanjutan meraih perkembangan. Ada banyak aspek yang menyokong penguatan kemampuan KLBF.

Analis Royal Investment Securities Wijen Pontus menyimpulkan KLBF adalah emiten farmasi yang dengan serius mengerjakan pasar ekspor. Karenanya, tuturnya, waktu emiten lain tergerus sebagai imbas proyek pemerintah, KLBF tidak terdampak.